TUGAS BUDAYA DAN DINAMIKA
TEMA : MANUSIA
SUB TEMA : MANUSIA SEBAGAI MAHLUK
INDIVIDU DAN SOSIAL

NAMA :
STEFANUS RAGA TEHA
NPM : 2141000430077
KELAS : B 2014
FAKULTAS ILMU
SOSIAL DAN HUMANIORA
SEJARAH DAN SOSIOLOGI
IKIP BUDI UTOMO MALANG
A. Pengertian dan Konsep
Manusia secara bahasa disebut juga “insan” yang dalam bahasa Arabnya berasal
dari kata “nasiya” yang berarti “lupa” dan jika dilihat dari kata dasar
“al-uns” yang berarti “jinak”. Kata insan dipakai untuk menyebut manusia, karena
manusia memiliki sifat lupa dan jinak artinya manusia selalu menyesuaikan diri
dengan keadaan yang baru disekitarnya.
Dalam hal ini manusia mulai tahu keberadaanya dan
menyadari bahwa dirinya adalah penannya. Apabila ditinjau dari segi dayanya,
maka jelaslah manusia memiliki 2 macam daya. Disatu pihak manusia memiliki daya
untuk mengenal dunia rohani, yang nous, suatu daya intuitif. Dilain pihak
manusia memiliki daya pengamatan (aisthesis) yang karena pengamatan langsung
yang disertai dengan daya penggambara atau penggagasan menjadikan manusia
memiliki pengetahuan yang berdasarkan pengamatan (Yesmil Anwar,
Adang:2012:h.152-153).
Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan,
memiliki kesamaan struktur namun dalam kesamaan tersebut masing-masing memiliki
keunikan yang berbeda (indevide), itulah sebabnya masing-masing disebut
individu, namun masing-masing sebagai kesatuan memiliki kelebihan yang membuat
sesuatu harmonis dan memiliki pula kekurangan yang membuat mereka saling
membutuhkan, saling membantu dan saling memberi hampir tidak ada seorang pun
yang mampu memenuhi hajat hidupnya tanpa bentuan yang lain, itulah sebabnya
manusia bermasyarakat, berkelompok dan itu pula hakikat manusia sebagai makhluk
sosial. (Syahidin:2007:hal.7-8).
Individu berasal dari kata latin, “individuum” yang
artinya tak terbagi. Kata individu merupakan sebutan yang dapat untuk
menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata individu bukan
berarti manusia sebagai keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai
kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan, demikian pendapat
Dr. A. Lysen. Sedangkan pengertian
individu dalam perspektif sosiologi ; Raga,Rasa dan Rasio rukun manusia yang
hidup berdiri sendiri. Individu sebagai mahkluk ciptaan Tuhan di dalam dirinya
selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi :
1.
Jiwa.
2.
Raga.
3.
Rasa.
4.
pikiran
.
5.
bertindak.
Pelengkap Hidup Manusia
Jiwa,merupakan kesempurnaan awal dan pengerak yang dengannya suatu spesiens
menjadi manusia yg bereksistensi secara nyata. Raga, merupakan bentuk jasad manusia yang khas
yang dapat membedakan antara individu yang satu dengan yang lain, sekalipun dengan
hakikat yang sama. Rasa, merupakan
perasaan manusia yang dapat menangkap objek gerakan dari benda- benda isi alam
semesta atau perasaan yang menyangkut dengan keindahan . Rasio atau akal
pikiran, merupakan kelengkapan manusia untuk mengembangka n diri, mengatasi
segala sesuatu yang diperlukan dalam diri tiap manusia dan merupakan alat untuk
mencerna apa yang diterima oleh panca indera. Bertindak, merupakan bentuk
sosialisasi dengan manusia dan hidup berdampingan satu sama lain secara
harmonis, damai dan saling melengkapi. Bertindak inilah yang dapat membantu manusia untuk
membentuk suatu kelompok social yang sering disebut masyarakat. Dalam tindakan
manusia dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk bagi dirinya.
Manusia adalah sebagai mahluk individu dalam arti tidak dapat dipisahkan antara
jiwa dan raganya, oleh karena itu dalam proses perkembangannya perlu
keterpaduan antara perkembangan jasmani maupun rohaninya. Sebagai mahluk sosial
individu tidak dapat berdiri sendiri, saling membutuhkan antara yang satu
dengan yang lainnya, dan saling mengadakan hubungan sosial ditengah- tengah
masyarakat. Tanggung Jawab Manusia
Sebagai Individu pada Dirinya, Masyarakat dan Pada Tuhannya. If it
is to be, it is up to me” maksud dari pepatah lama tersebut adalah hanya diri
kita yang sepenuhnya bertanggungjawab terhadap kehidupan atau nasib diri kita
sendiri. Ada beberapa ketentuan untuk dapat melaksanakan tanggungjwab kehidupan
ini dengan baik. Ketentuan pertama adalah
a.
mengenali
dan mengembangkan potensi yang ada dalam diri sendiri.
b.
memahami
tujuan hidup supaya langkah untuk dikerjakan lebih terfokus.
c.
berpikir dan bersikap positif walau apapun
yang terjadi.
Manusia
bertanggungjawab terhadap tindakan mereka. Manusia menanggung akibat dari
perbuatannya dan mengukurnya pada berbagai norma. Ini merupakan bentuk dari
tanggungjawab terhadap masayarakat, dimana di dalam masyarakat telah ada
aturan-aturan. Kehidupan bersama antar manusia membentuk norma yang kemudian
berkembang menjadi aturan-aturan, hukum-hukum yang dibutuhkan suatu masyarakat
tertentu. Dalam negara-negara modern aturan-aturan atau hukum-hukum tersebut
termaktub dalam sebuah sistem hukum dan sama bagi semua warga. Apabila
aturan-aturan ini dilanggar yang bersangkutan harus memperoleh hukuman atau
sanksi. Jika ia misalnya merugikan hak milik orang lain maka Pengadilan dapat
menghukum sikap yang bersalah (pelanggaran) berdasarkan KUHP. Penciptaan
manusia dilandasi oleh sebuah tujuan luhur. Maka, tentu saja keberadaannya
disertai dengan berbagai tanggungjawab. Konsekuensi kepasrahan manusia kepada
Allah, dibuktikan dengan menerima seluruh tanggungjawab (akuntabilitas) yang
datang dari-Nya serta melangkah sesuai dengan aturan-Nya. Berbagai
tanggungjawab ini, membentuk suatu relasi tanggungjawab yang terjadi antara
Tuhan, manusia dan alam. Hal tersebut meliputi antara lain: tanggungjawab
manusia terhadap Tuhan, tanggungjawab manusia terhadap sesama, tanggungjawab
manusia terhadap alam semesta serta tanggungjawab manusia tehadap dirinya
sendiri. Tanggungjawab manusia terhadap Tuhan meliputi dua aspek pokok.
Pertama, mengenal Tuhan. Kedua, menyembah dan beribadah kepada-Nya.
B.
Konsep masyarakat
Society
dan Sosialisasi Masyarakat merupakan salah satu satuan sosial sistem sosial,
atau kesatuan hidup manusia. Istilah inggrisnya adalah society , sedangkan
masyarakat itu sendiri berasal dari bahasa Arab Syakara yang berarti ikut serta
atau partisipasi, kata Arab masyarakat berarti saling bergaul yang istilah
ilmiahnya berinteraksi. Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah
memiliki tatanan kehidupan, norma- norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati
dalam lingkungannya. Sosialisasi diartikan sebagai sebuah proses seumur hidup
bagaimana seorang individu mempelajari kebiasaan-kebiasaan yang meliputi
cara-cara hidup, nilai- nilai, dan norma-norma social yang terdapat dalam
masyarakat agar dapat diterima oleh masyarakatnya. Adapun beberapa faktor yang
menjadi penyebab terjadinya hidup bermasyarakat :
a.
adanya
dorongan-dorongan atau hasrat-hasrat yang merupakan unsur-unsur kejiwaan.
b.
Faktor-faktor psikis yang mempengaruhi manusia
dalam bergaul dengan manusia lainnya didalam hidup bermasyarakat.
c.
Faktor hasrat harga diri dengan hasrat hidup
dengan manusia lain.
d.
Hasrat ingin berkuasa.
e.
Adanya kenyataan manusia itu adalah serba
tidak bisa atau sebagai makhluk lemah.
f.
Karena terjadinya ‘Habit’ pada tiap-tiap diri
manusia.
g.
Adanya dorongan manusia untuk mengembangkan
keturunan.
h.
Adanya kesamaan keturunan, kesamaan
teritorial, kesamaan cita-cita, kesamaan nasib, kesamaan kebudayaan.
Kita ketahui bersama bahwa manusia merupakan pribadi yg tidak akan
pernha menjadi sempurna,kelebihan dan kekurangan akan menjadi bagian yg tidak
akan pernah terpisah dari pribdadi manusia. Dalam hidup bermasyarakat banyak
pula di jumpai konflik yang menjadkan manusia tidak dapat bersosialisai dengan
lingkungan maupun dengan alam di mana dia menetap. Beberapa faktor penyebab manusia tidak dapat
mejalankan kehidupann bersama dengan sesama maupun alam sekitar ;
1.
Perbedaan
individu,
·
meliputi
perbedaan pendirian dan perasaan.
·
Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga
membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
2.
Perbedaan kepentingan antara individu atau
kelompok.
Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan
mendadak dalam masyarakat.
Makna Manusia sebagai
Mahluk Sosial Manusia adalah makhluk social yang hidup bermasyarakat (zoon
politicon). Keutuhan manusia akan tercapai apabila manusia sanggup
menyelaraskan perannya sebagai makhluk ekonomi dan social. Sebagai makhluk
sosial (homo socialis), manusia tidak hanya mengandalkan kekuatannya sendiri,
tetapi membutuhkan manusia lain dalam beberapa hal tertentu. Misalnya, dalam
lingkungan manusia terkecil yaitu keluarga. Dalam keluarga, seorang bayi
membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya agar dapat tumbuh dan berkembang
secara baik dan sehat. Begitupun fungsi Manusia dalam Kemasyarakatan, Sebagai
mahluk hidup yang berada di muka bumi ini keberadaan manusia adalah sebagai mahluk
individu dan mahluk sosial, dalam asrti manusia senantiasa tergantung dan atau
berinteraksi dengan sesamanya. Dengan demikian, maka dalam kehidupan lingkungan
sosial manusia senantiasa terkait dengan interaksi antara individu manusia,
interaksi antar kelompok, kehidupan sosial manusia dengan lingkungan hidup dan
alam sekitarnya, berbagai proses sosial dan interaksi sosial, dan berbagai hal
yang timbul akibat aktivitas manusia seperti perubahan sosial. Secara sosial
sebenarnya manusia merupakan mahluk individu dan sosial yang mempunyai
kesempatan yang sama dalam berbagai hidup dan kehidupan dalam masyarakat.
Artinya setiap individu manusia memiliki hak, kewajiban dan kesempatan yang
sama dalam menguasai sesuatu, misalnya bersekolah, melakukan pekerjaan,
bertanggung jawab dalam keluarga serta berbagai aktivitas ekonomi, politik dan
bahkan beragama. Manusia sebagai mahluk sosial tidak dapat terlepas dari yang
namanya masyarakat, karena masyarakat merupakan kumpulan dari individu-individu
yang saling berinteraksi dan saling bersosialisasi satu sama lain. Dalam
menjalankan kehidupan sebagai mahluk sosial, ada beberapa faktor yang
menyebabkan manusia sebagai mahluk sosial, diantara karena adanya
faktorr-faktor psikis yang mendorong agar individu dapat bergaul dan
berinteraksi dengan yang lainnya. Selain faktor pendorong dalam kehidupan
bersosial, ada juga hal yang menghambat kehidupan bersosial atau bermasyarakat
itu terjadi yaitu salah satu nya karena perbedaan kepentingan antara individu
dengan kelompok. Apapun yang menjadi kendala dalam kehidupan bersosial, manusia
sebagai mahluk sosial harus selalu menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam
berkehidupan bermasyarakat.
Berikut dijelaskan
ciri-ciri dari konsep tentang masyarakat :
a)
Manusia
yang hidup bersama sekurang-kurangnya terdiri atas dua orang.
b)
Bercampur
atau bergaul dalam waktu cukup lama. Berkumpulnya manusia akan menimbulkan
manusia-manusia baru. Sebagai akibat hidup bersama itu, timbul sistem
komunikasi dan peraturan-peraturan yang mengaturhubungan antar manusia.
c)
Sadar
bahwa mereka adalah satu kesatuan.
d)
Merupakan
suatu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kabudayaan
karena mereka merasa dirinya terkait satu dengan yang lainnya.
e)
Melakukan sosialisasi terhadap generasi
berikutnya.
Menurut Aristoteles, seorang filsuf dari Yunani, manusia adalah zoon politican.
Artinya, manusia dikodratkan untuk hidup bermasyarakat. Menusia selalu berusaha
berinteraksi dengan orang lain. Bentuk interaksi manusia misalnya berbicara,
berjabat tangan, bercanda, bertanya, bekerja sama, dan berdiskusi. Interaksi
tersebut dilakukan secara langsung maupun menggunkan alat komunikasi. Hampir
dalam setiap kegiatanya, manusia selalu melibatkan orang lain.
C.
Kesimpulan
Manusia merupakan individu yang selalu menyesuaikan diri dengan keadaan yang
baru. Kaum bihavioris memandang manusia sebagai suatu realita. Sampai saat ini
manusia merupakan spesies yang dominan dan sukses dibanding makhluk lain dimuka
bumi. Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan, memiliki kesamaan struktur dengan
makhluk lainnya, namun dalam kesamaan tersebut masing-masing memiliki keunikan,
keunikan yang membuat masing-masing berbeda, itulah sebabnya manusia disebut
individu.
Masing-masing manusia memiliki kelebihan yang membuat sesuatu harmonis, dan
memiliki pula kekurangan yang membuat mereka saling membutuhkan, saling bantu
dan saling beri, hampir tidak ada seorangpun yang mampu memnuhi hajat hidupnya
tanpa bantuan yang lain, itulah sebabnya manusia bersosialisasi dan
bermasyarakat.
No comments:
Post a Comment