Thursday, 26 May 2016

TUGAS BUDAYA DAN DINAMIKA
TEMA : MANUSIA
SUB TEMA : MANUSIA SEBAGAI MAHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL


Description: image003.gif

NAMA             :  STEFANUS RAGA TEHA
NPM                :  2141000430077
KELAS                        : B 2014



FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA
SEJARAH DAN SOSIOLOGI
IKIP BUDI UTOMO MALANG
A. Pengertian dan Konsep
      Manusia secara bahasa disebut juga “insan” yang dalam bahasa Arabnya berasal dari kata “nasiya” yang berarti “lupa” dan jika dilihat dari kata dasar “al-uns” yang berarti “jinak”. Kata insan dipakai untuk menyebut manusia, karena manusia memiliki sifat lupa dan jinak artinya manusia selalu menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru disekitarnya.
Dalam hal ini manusia mulai tahu keberadaanya dan menyadari bahwa dirinya adalah penannya. Apabila ditinjau dari segi dayanya, maka jelaslah manusia memiliki 2 macam daya. Disatu pihak manusia memiliki daya untuk mengenal dunia rohani, yang nous, suatu daya intuitif. Dilain pihak manusia memiliki daya pengamatan (aisthesis) yang karena pengamatan langsung yang disertai dengan daya penggambara atau penggagasan menjadikan manusia memiliki pengetahuan yang berdasarkan pengamatan (Yesmil Anwar, Adang:2012:h.152-153).
     Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan, memiliki kesamaan struktur namun dalam kesamaan tersebut masing-masing memiliki keunikan yang berbeda (indevide), itulah sebabnya masing-masing disebut individu, namun masing-masing sebagai kesatuan memiliki kelebihan yang membuat sesuatu harmonis dan memiliki pula kekurangan yang membuat mereka saling membutuhkan, saling membantu dan saling memberi hampir tidak ada seorang pun yang mampu memenuhi hajat hidupnya tanpa bentuan yang lain, itulah sebabnya manusia bermasyarakat, berkelompok dan itu pula hakikat manusia sebagai makhluk sosial. (Syahidin:2007:hal.7-8).
Individu berasal dari kata latin, “individuum” yang artinya tak terbagi. Kata individu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata individu bukan berarti manusia sebagai keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan, demikian pendapat Dr. A. Lysen.  Sedangkan pengertian individu dalam perspektif sosiologi ; Raga,Rasa dan Rasio rukun manusia yang hidup berdiri sendiri. Individu sebagai mahkluk ciptaan Tuhan di dalam dirinya selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi  :
1.      Jiwa.
2.       Raga.
3.      Rasa.
4.      pikiran .
5.      bertindak.
Pelengkap Hidup Manusia Jiwa,merupakan kesempurnaan awal dan pengerak yang dengannya suatu spesiens menjadi manusia yg bereksistensi secara nyata.  Raga, merupakan bentuk jasad manusia yang khas yang dapat membedakan antara individu yang satu dengan yang lain, sekalipun dengan hakikat yang sama.  Rasa, merupakan perasaan manusia yang dapat menangkap objek gerakan dari benda- benda isi alam semesta atau perasaan yang menyangkut dengan keindahan . Rasio atau akal pikiran, merupakan kelengkapan manusia untuk mengembangka n diri, mengatasi segala sesuatu yang diperlukan dalam diri tiap manusia dan merupakan alat untuk mencerna apa yang diterima oleh panca indera. Bertindak, merupakan bentuk sosialisasi dengan manusia dan hidup berdampingan satu sama lain secara harmonis, damai dan saling melengkapi. Bertindak  inilah yang dapat membantu manusia untuk membentuk suatu kelompok social yang sering disebut masyarakat. Dalam tindakan manusia dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk bagi dirinya. Manusia adalah sebagai mahluk individu dalam arti tidak dapat dipisahkan antara jiwa dan raganya, oleh karena itu dalam proses perkembangannya perlu keterpaduan antara perkembangan jasmani maupun rohaninya. Sebagai mahluk sosial individu tidak dapat berdiri sendiri, saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lainnya, dan saling mengadakan hubungan sosial ditengah- tengah masyarakat.  Tanggung Jawab Manusia Sebagai Individu pada Dirinya, Masyarakat dan Pada Tuhannya.  If  it is to be, it is up to me” maksud dari pepatah lama tersebut adalah hanya diri kita yang sepenuhnya bertanggungjawab terhadap kehidupan atau nasib diri kita sendiri. Ada beberapa ketentuan untuk dapat melaksanakan tanggungjwab kehidupan ini dengan baik. Ketentuan pertama adalah
a.       mengenali dan mengembangkan potensi yang ada dalam diri sendiri.
b.      memahami tujuan hidup supaya langkah untuk dikerjakan lebih terfokus.
c.        berpikir dan bersikap positif walau apapun yang terjadi.
Manusia bertanggungjawab terhadap tindakan mereka. Manusia menanggung akibat dari perbuatannya dan mengukurnya pada berbagai norma. Ini merupakan bentuk dari tanggungjawab terhadap masayarakat, dimana di dalam masyarakat telah ada aturan-aturan. Kehidupan bersama antar manusia membentuk norma yang kemudian berkembang menjadi aturan-aturan, hukum-hukum yang dibutuhkan suatu masyarakat tertentu. Dalam negara-negara modern aturan-aturan atau hukum-hukum tersebut termaktub dalam sebuah sistem hukum dan sama bagi semua warga. Apabila aturan-aturan ini dilanggar yang bersangkutan harus memperoleh hukuman atau sanksi. Jika ia misalnya merugikan hak milik orang lain maka Pengadilan dapat menghukum sikap yang bersalah (pelanggaran) berdasarkan KUHP. Penciptaan manusia dilandasi oleh sebuah tujuan luhur. Maka, tentu saja keberadaannya disertai dengan berbagai tanggungjawab. Konsekuensi kepasrahan manusia kepada Allah, dibuktikan dengan menerima seluruh tanggungjawab (akuntabilitas) yang datang dari-Nya serta melangkah sesuai dengan aturan-Nya. Berbagai tanggungjawab ini, membentuk suatu relasi tanggungjawab yang terjadi antara Tuhan, manusia dan alam. Hal tersebut meliputi antara lain: tanggungjawab manusia terhadap Tuhan, tanggungjawab manusia terhadap sesama, tanggungjawab manusia terhadap alam semesta serta tanggungjawab manusia tehadap dirinya sendiri. Tanggungjawab manusia terhadap Tuhan meliputi dua aspek pokok. Pertama, mengenal Tuhan. Kedua, menyembah dan beribadah kepada-Nya.
B.  Konsep masyarakat
Society dan Sosialisasi Masyarakat merupakan salah satu satuan sosial sistem sosial, atau kesatuan hidup manusia. Istilah inggrisnya adalah society , sedangkan masyarakat itu sendiri berasal dari bahasa Arab Syakara yang berarti ikut serta atau partisipasi, kata Arab masyarakat berarti saling bergaul yang istilah ilmiahnya berinteraksi. Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma- norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya. Sosialisasi diartikan sebagai sebuah proses seumur hidup bagaimana seorang individu mempelajari kebiasaan-kebiasaan yang meliputi cara-cara hidup, nilai- nilai, dan norma-norma social yang terdapat dalam masyarakat agar dapat diterima oleh masyarakatnya. Adapun beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya hidup bermasyarakat :
a.       adanya dorongan-dorongan atau hasrat-hasrat yang merupakan unsur-unsur kejiwaan.
b.       Faktor-faktor psikis yang mempengaruhi manusia dalam bergaul dengan manusia lainnya didalam hidup bermasyarakat.
c.        Faktor hasrat harga diri dengan hasrat hidup dengan manusia lain.
d.       Hasrat ingin berkuasa.
e.        Adanya kenyataan manusia itu adalah serba tidak bisa atau sebagai makhluk lemah.
f.        Karena terjadinya ‘Habit’ pada tiap-tiap diri manusia.
g.        Adanya dorongan manusia untuk mengembangkan keturunan.
h.       Adanya kesamaan keturunan, kesamaan teritorial, kesamaan cita-cita, kesamaan nasib, kesamaan kebudayaan.
Kita ketahui bersama  bahwa manusia merupakan pribadi yg tidak akan pernha menjadi sempurna,kelebihan dan kekurangan akan menjadi bagian yg tidak akan pernah terpisah dari pribdadi manusia. Dalam hidup bermasyarakat banyak pula di jumpai konflik yang menjadkan manusia tidak dapat bersosialisai dengan lingkungan maupun dengan alam di mana dia menetap.  Beberapa faktor penyebab manusia tidak dapat mejalankan kehidupann bersama dengan sesama maupun alam sekitar ;
1.      Perbedaan individu,
·         meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
·          Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
2.       Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok.
 Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.
Makna Manusia sebagai Mahluk Sosial Manusia adalah makhluk social yang hidup bermasyarakat (zoon politicon). Keutuhan manusia akan tercapai apabila manusia sanggup menyelaraskan perannya sebagai makhluk ekonomi dan social. Sebagai makhluk sosial (homo socialis), manusia tidak hanya mengandalkan kekuatannya sendiri, tetapi membutuhkan manusia lain dalam beberapa hal tertentu. Misalnya, dalam lingkungan manusia terkecil yaitu keluarga. Dalam keluarga, seorang bayi membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya agar dapat tumbuh dan berkembang secara baik dan sehat. Begitupun fungsi Manusia dalam Kemasyarakatan, Sebagai mahluk hidup yang berada di muka bumi ini keberadaan manusia adalah sebagai mahluk individu dan mahluk sosial, dalam asrti manusia senantiasa tergantung dan atau berinteraksi dengan sesamanya. Dengan demikian, maka dalam kehidupan lingkungan sosial manusia senantiasa terkait dengan interaksi antara individu manusia, interaksi antar kelompok, kehidupan sosial manusia dengan lingkungan hidup dan alam sekitarnya, berbagai proses sosial dan interaksi sosial, dan berbagai hal yang timbul akibat aktivitas manusia seperti perubahan sosial. Secara sosial sebenarnya manusia merupakan mahluk individu dan sosial yang mempunyai kesempatan yang sama dalam berbagai hidup dan kehidupan dalam masyarakat. Artinya setiap individu manusia memiliki hak, kewajiban dan kesempatan yang sama dalam menguasai sesuatu, misalnya bersekolah, melakukan pekerjaan, bertanggung jawab dalam keluarga serta berbagai aktivitas ekonomi, politik dan bahkan beragama. Manusia sebagai mahluk sosial tidak dapat terlepas dari yang namanya masyarakat, karena masyarakat merupakan kumpulan dari individu-individu yang saling berinteraksi dan saling bersosialisasi satu sama lain. Dalam menjalankan kehidupan sebagai mahluk sosial, ada beberapa faktor yang menyebabkan manusia sebagai mahluk sosial, diantara karena adanya faktorr-faktor psikis yang mendorong agar individu dapat bergaul dan berinteraksi dengan yang lainnya. Selain faktor pendorong dalam kehidupan bersosial, ada juga hal yang menghambat kehidupan bersosial atau bermasyarakat itu terjadi yaitu salah satu nya karena perbedaan kepentingan antara individu dengan kelompok. Apapun yang menjadi kendala dalam kehidupan bersosial, manusia sebagai mahluk sosial harus selalu menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam berkehidupan bermasyarakat.
 Berikut dijelaskan ciri-ciri dari konsep tentang masyarakat :
a)         Manusia yang hidup bersama sekurang-kurangnya terdiri atas dua orang.
b)         Bercampur atau bergaul dalam waktu cukup lama. Berkumpulnya manusia akan menimbulkan manusia-manusia baru. Sebagai akibat hidup bersama itu, timbul sistem komunikasi dan peraturan-peraturan yang mengaturhubungan antar manusia.
c)         Sadar bahwa mereka adalah satu kesatuan.
d)         Merupakan suatu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kabudayaan karena mereka merasa dirinya terkait satu dengan yang lainnya.
e)          Melakukan sosialisasi terhadap generasi berikutnya.

  Menurut Aristoteles, seorang filsuf dari Yunani, manusia adalah zoon politican. Artinya, manusia dikodratkan untuk hidup bermasyarakat. Menusia selalu berusaha berinteraksi dengan orang lain. Bentuk interaksi manusia misalnya berbicara, berjabat tangan, bercanda, bertanya, bekerja sama, dan berdiskusi. Interaksi tersebut dilakukan secara langsung maupun menggunkan alat komunikasi. Hampir dalam setiap kegiatanya, manusia selalu melibatkan orang lain.

     
C.  Kesimpulan
      Manusia merupakan individu yang selalu menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru. Kaum bihavioris memandang manusia sebagai suatu realita. Sampai saat ini manusia merupakan spesies yang dominan dan sukses dibanding makhluk lain dimuka bumi. Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan, memiliki kesamaan struktur dengan makhluk lainnya, namun dalam kesamaan tersebut masing-masing memiliki keunikan, keunikan yang membuat masing-masing berbeda, itulah sebabnya manusia disebut individu.
      Masing-masing manusia memiliki kelebihan yang membuat sesuatu harmonis, dan memiliki pula kekurangan yang membuat mereka saling membutuhkan, saling bantu dan saling beri, hampir tidak ada seorangpun yang mampu memnuhi hajat hidupnya tanpa bantuan yang lain, itulah sebabnya manusia bersosialisasi dan bermasyarakat.



No comments:

Post a Comment