Thursday, 26 May 2016

TUGAS BUDAYA DAN DINAMIKA
TEMA : MANUSIA
SUB TEMA : MANUSIA SEBAGAI MAHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL


Description: image003.gif

NAMA             :  STEFANUS RAGA TEHA
NPM                :  2141000430077
KELAS                        : B 2014



FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA
SEJARAH DAN SOSIOLOGI
IKIP BUDI UTOMO MALANG
A. Pengertian dan Konsep
      Manusia secara bahasa disebut juga “insan” yang dalam bahasa Arabnya berasal dari kata “nasiya” yang berarti “lupa” dan jika dilihat dari kata dasar “al-uns” yang berarti “jinak”. Kata insan dipakai untuk menyebut manusia, karena manusia memiliki sifat lupa dan jinak artinya manusia selalu menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru disekitarnya.
Dalam hal ini manusia mulai tahu keberadaanya dan menyadari bahwa dirinya adalah penannya. Apabila ditinjau dari segi dayanya, maka jelaslah manusia memiliki 2 macam daya. Disatu pihak manusia memiliki daya untuk mengenal dunia rohani, yang nous, suatu daya intuitif. Dilain pihak manusia memiliki daya pengamatan (aisthesis) yang karena pengamatan langsung yang disertai dengan daya penggambara atau penggagasan menjadikan manusia memiliki pengetahuan yang berdasarkan pengamatan (Yesmil Anwar, Adang:2012:h.152-153).
     Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan, memiliki kesamaan struktur namun dalam kesamaan tersebut masing-masing memiliki keunikan yang berbeda (indevide), itulah sebabnya masing-masing disebut individu, namun masing-masing sebagai kesatuan memiliki kelebihan yang membuat sesuatu harmonis dan memiliki pula kekurangan yang membuat mereka saling membutuhkan, saling membantu dan saling memberi hampir tidak ada seorang pun yang mampu memenuhi hajat hidupnya tanpa bentuan yang lain, itulah sebabnya manusia bermasyarakat, berkelompok dan itu pula hakikat manusia sebagai makhluk sosial. (Syahidin:2007:hal.7-8).
Individu berasal dari kata latin, “individuum” yang artinya tak terbagi. Kata individu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata individu bukan berarti manusia sebagai keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan, demikian pendapat Dr. A. Lysen.  Sedangkan pengertian individu dalam perspektif sosiologi ; Raga,Rasa dan Rasio rukun manusia yang hidup berdiri sendiri. Individu sebagai mahkluk ciptaan Tuhan di dalam dirinya selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi  :
1.      Jiwa.
2.       Raga.
3.      Rasa.
4.      pikiran .
5.      bertindak.
Pelengkap Hidup Manusia Jiwa,merupakan kesempurnaan awal dan pengerak yang dengannya suatu spesiens menjadi manusia yg bereksistensi secara nyata.  Raga, merupakan bentuk jasad manusia yang khas yang dapat membedakan antara individu yang satu dengan yang lain, sekalipun dengan hakikat yang sama.  Rasa, merupakan perasaan manusia yang dapat menangkap objek gerakan dari benda- benda isi alam semesta atau perasaan yang menyangkut dengan keindahan . Rasio atau akal pikiran, merupakan kelengkapan manusia untuk mengembangka n diri, mengatasi segala sesuatu yang diperlukan dalam diri tiap manusia dan merupakan alat untuk mencerna apa yang diterima oleh panca indera. Bertindak, merupakan bentuk sosialisasi dengan manusia dan hidup berdampingan satu sama lain secara harmonis, damai dan saling melengkapi. Bertindak  inilah yang dapat membantu manusia untuk membentuk suatu kelompok social yang sering disebut masyarakat. Dalam tindakan manusia dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk bagi dirinya. Manusia adalah sebagai mahluk individu dalam arti tidak dapat dipisahkan antara jiwa dan raganya, oleh karena itu dalam proses perkembangannya perlu keterpaduan antara perkembangan jasmani maupun rohaninya. Sebagai mahluk sosial individu tidak dapat berdiri sendiri, saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lainnya, dan saling mengadakan hubungan sosial ditengah- tengah masyarakat.  Tanggung Jawab Manusia Sebagai Individu pada Dirinya, Masyarakat dan Pada Tuhannya.  If  it is to be, it is up to me” maksud dari pepatah lama tersebut adalah hanya diri kita yang sepenuhnya bertanggungjawab terhadap kehidupan atau nasib diri kita sendiri. Ada beberapa ketentuan untuk dapat melaksanakan tanggungjwab kehidupan ini dengan baik. Ketentuan pertama adalah
a.       mengenali dan mengembangkan potensi yang ada dalam diri sendiri.
b.      memahami tujuan hidup supaya langkah untuk dikerjakan lebih terfokus.
c.        berpikir dan bersikap positif walau apapun yang terjadi.
Manusia bertanggungjawab terhadap tindakan mereka. Manusia menanggung akibat dari perbuatannya dan mengukurnya pada berbagai norma. Ini merupakan bentuk dari tanggungjawab terhadap masayarakat, dimana di dalam masyarakat telah ada aturan-aturan. Kehidupan bersama antar manusia membentuk norma yang kemudian berkembang menjadi aturan-aturan, hukum-hukum yang dibutuhkan suatu masyarakat tertentu. Dalam negara-negara modern aturan-aturan atau hukum-hukum tersebut termaktub dalam sebuah sistem hukum dan sama bagi semua warga. Apabila aturan-aturan ini dilanggar yang bersangkutan harus memperoleh hukuman atau sanksi. Jika ia misalnya merugikan hak milik orang lain maka Pengadilan dapat menghukum sikap yang bersalah (pelanggaran) berdasarkan KUHP. Penciptaan manusia dilandasi oleh sebuah tujuan luhur. Maka, tentu saja keberadaannya disertai dengan berbagai tanggungjawab. Konsekuensi kepasrahan manusia kepada Allah, dibuktikan dengan menerima seluruh tanggungjawab (akuntabilitas) yang datang dari-Nya serta melangkah sesuai dengan aturan-Nya. Berbagai tanggungjawab ini, membentuk suatu relasi tanggungjawab yang terjadi antara Tuhan, manusia dan alam. Hal tersebut meliputi antara lain: tanggungjawab manusia terhadap Tuhan, tanggungjawab manusia terhadap sesama, tanggungjawab manusia terhadap alam semesta serta tanggungjawab manusia tehadap dirinya sendiri. Tanggungjawab manusia terhadap Tuhan meliputi dua aspek pokok. Pertama, mengenal Tuhan. Kedua, menyembah dan beribadah kepada-Nya.
B.  Konsep masyarakat
Society dan Sosialisasi Masyarakat merupakan salah satu satuan sosial sistem sosial, atau kesatuan hidup manusia. Istilah inggrisnya adalah society , sedangkan masyarakat itu sendiri berasal dari bahasa Arab Syakara yang berarti ikut serta atau partisipasi, kata Arab masyarakat berarti saling bergaul yang istilah ilmiahnya berinteraksi. Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma- norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya. Sosialisasi diartikan sebagai sebuah proses seumur hidup bagaimana seorang individu mempelajari kebiasaan-kebiasaan yang meliputi cara-cara hidup, nilai- nilai, dan norma-norma social yang terdapat dalam masyarakat agar dapat diterima oleh masyarakatnya. Adapun beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya hidup bermasyarakat :
a.       adanya dorongan-dorongan atau hasrat-hasrat yang merupakan unsur-unsur kejiwaan.
b.       Faktor-faktor psikis yang mempengaruhi manusia dalam bergaul dengan manusia lainnya didalam hidup bermasyarakat.
c.        Faktor hasrat harga diri dengan hasrat hidup dengan manusia lain.
d.       Hasrat ingin berkuasa.
e.        Adanya kenyataan manusia itu adalah serba tidak bisa atau sebagai makhluk lemah.
f.        Karena terjadinya ‘Habit’ pada tiap-tiap diri manusia.
g.        Adanya dorongan manusia untuk mengembangkan keturunan.
h.       Adanya kesamaan keturunan, kesamaan teritorial, kesamaan cita-cita, kesamaan nasib, kesamaan kebudayaan.
Kita ketahui bersama  bahwa manusia merupakan pribadi yg tidak akan pernha menjadi sempurna,kelebihan dan kekurangan akan menjadi bagian yg tidak akan pernah terpisah dari pribdadi manusia. Dalam hidup bermasyarakat banyak pula di jumpai konflik yang menjadkan manusia tidak dapat bersosialisai dengan lingkungan maupun dengan alam di mana dia menetap.  Beberapa faktor penyebab manusia tidak dapat mejalankan kehidupann bersama dengan sesama maupun alam sekitar ;
1.      Perbedaan individu,
·         meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
·          Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
2.       Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok.
 Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.
Makna Manusia sebagai Mahluk Sosial Manusia adalah makhluk social yang hidup bermasyarakat (zoon politicon). Keutuhan manusia akan tercapai apabila manusia sanggup menyelaraskan perannya sebagai makhluk ekonomi dan social. Sebagai makhluk sosial (homo socialis), manusia tidak hanya mengandalkan kekuatannya sendiri, tetapi membutuhkan manusia lain dalam beberapa hal tertentu. Misalnya, dalam lingkungan manusia terkecil yaitu keluarga. Dalam keluarga, seorang bayi membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya agar dapat tumbuh dan berkembang secara baik dan sehat. Begitupun fungsi Manusia dalam Kemasyarakatan, Sebagai mahluk hidup yang berada di muka bumi ini keberadaan manusia adalah sebagai mahluk individu dan mahluk sosial, dalam asrti manusia senantiasa tergantung dan atau berinteraksi dengan sesamanya. Dengan demikian, maka dalam kehidupan lingkungan sosial manusia senantiasa terkait dengan interaksi antara individu manusia, interaksi antar kelompok, kehidupan sosial manusia dengan lingkungan hidup dan alam sekitarnya, berbagai proses sosial dan interaksi sosial, dan berbagai hal yang timbul akibat aktivitas manusia seperti perubahan sosial. Secara sosial sebenarnya manusia merupakan mahluk individu dan sosial yang mempunyai kesempatan yang sama dalam berbagai hidup dan kehidupan dalam masyarakat. Artinya setiap individu manusia memiliki hak, kewajiban dan kesempatan yang sama dalam menguasai sesuatu, misalnya bersekolah, melakukan pekerjaan, bertanggung jawab dalam keluarga serta berbagai aktivitas ekonomi, politik dan bahkan beragama. Manusia sebagai mahluk sosial tidak dapat terlepas dari yang namanya masyarakat, karena masyarakat merupakan kumpulan dari individu-individu yang saling berinteraksi dan saling bersosialisasi satu sama lain. Dalam menjalankan kehidupan sebagai mahluk sosial, ada beberapa faktor yang menyebabkan manusia sebagai mahluk sosial, diantara karena adanya faktorr-faktor psikis yang mendorong agar individu dapat bergaul dan berinteraksi dengan yang lainnya. Selain faktor pendorong dalam kehidupan bersosial, ada juga hal yang menghambat kehidupan bersosial atau bermasyarakat itu terjadi yaitu salah satu nya karena perbedaan kepentingan antara individu dengan kelompok. Apapun yang menjadi kendala dalam kehidupan bersosial, manusia sebagai mahluk sosial harus selalu menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam berkehidupan bermasyarakat.
 Berikut dijelaskan ciri-ciri dari konsep tentang masyarakat :
a)         Manusia yang hidup bersama sekurang-kurangnya terdiri atas dua orang.
b)         Bercampur atau bergaul dalam waktu cukup lama. Berkumpulnya manusia akan menimbulkan manusia-manusia baru. Sebagai akibat hidup bersama itu, timbul sistem komunikasi dan peraturan-peraturan yang mengaturhubungan antar manusia.
c)         Sadar bahwa mereka adalah satu kesatuan.
d)         Merupakan suatu sistem hidup bersama. Sistem kehidupan bersama menimbulkan kabudayaan karena mereka merasa dirinya terkait satu dengan yang lainnya.
e)          Melakukan sosialisasi terhadap generasi berikutnya.

  Menurut Aristoteles, seorang filsuf dari Yunani, manusia adalah zoon politican. Artinya, manusia dikodratkan untuk hidup bermasyarakat. Menusia selalu berusaha berinteraksi dengan orang lain. Bentuk interaksi manusia misalnya berbicara, berjabat tangan, bercanda, bertanya, bekerja sama, dan berdiskusi. Interaksi tersebut dilakukan secara langsung maupun menggunkan alat komunikasi. Hampir dalam setiap kegiatanya, manusia selalu melibatkan orang lain.

     
C.  Kesimpulan
      Manusia merupakan individu yang selalu menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru. Kaum bihavioris memandang manusia sebagai suatu realita. Sampai saat ini manusia merupakan spesies yang dominan dan sukses dibanding makhluk lain dimuka bumi. Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan, memiliki kesamaan struktur dengan makhluk lainnya, namun dalam kesamaan tersebut masing-masing memiliki keunikan, keunikan yang membuat masing-masing berbeda, itulah sebabnya manusia disebut individu.
      Masing-masing manusia memiliki kelebihan yang membuat sesuatu harmonis, dan memiliki pula kekurangan yang membuat mereka saling membutuhkan, saling bantu dan saling beri, hampir tidak ada seorangpun yang mampu memnuhi hajat hidupnya tanpa bantuan yang lain, itulah sebabnya manusia bersosialisasi dan bermasyarakat.



Manusai Sebagai Mahluk Individu dan Sosial

Manusia Sebagai Mahluk Individu & Sosial 
Presentation Transcript
1. Manusia Sebagai Mahluk Individu & Sosial Present By : Second Group Muhamad Yogi Nisa Anisa Respati Rd. Gugi DC Faculty of Educational Sciences and Teacher Training Nusantara Islamic University
2. Tanggung Jawab Manusia Sebagai Pada Dirinya Masyarakat dan pada Tuhanya Individu sebagai anggota keluarga dan Masyarakat Individu Hakikat Manusia Sebagai Individu
3. Individu berasal dari kata latin, “individuum” yang artinya tak terbagi. Kata individu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata individu bukan berarti manusia sebagai keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan, demikian pendapat Dr. A. Lysen. INDIVIDU
4. INDIVIDU DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI Raga Rasa Rasio Rukun Manusia yang hidup berdiri sendiri. Individu sebagai mahkluk ciptaan Tuhan di dalam dirinya selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi
5. Pelengkap Hidup Manusia Raga, merupakan bentuk jasad manusia yang khas yang dapat membedakan antara individu yang satu dengan yang lain, sekalipun dengan hakikat yang sama Rasa, merupakan perasaan manusia yang dapat menangkap objek gerakan dari benda- benda isi alam semesta atau perasaan yang menyangkut dengan keindahan Rasio atau akal pikiran, merupakan kelengkapan manusia untuk mengembangka n diri, mengatasi segala sesuatu yang diperlukan dalam diri tiap manusia dan merupakan alat untuk mencerna apa yang diterima oleh panca indera. Rukun atau pergaulan hidup, merupakan bentuk sosialisasi dengan manusia dan hidup berdampingan satu sama lain secara harmonis, damai dan saling melengkapi. Rukun inilah yang dapat membantu manusia untuk membentuk suatu kelompok social yang sering disebut masyarakat.
6. Individu sebagai Anggota Keluarga dan Masyarakat Manusia adalah sebagai mahluk individu dalam arti tidak dapat dipisahkan antara jiwa dan raganya, oleh karena itu dalam proses perkembangannya perlu keterpaduan antara perkembangan jasmani maupun rohaninya. Sebagai mahluk sosial individu tidak dapat berdiri sendiri, saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lainnya, dan saling mengadakan hubungan sosial ditengah- tengah masyarakat.
7. Keluarga dengan berbagai fungsi yang dijalankan adalah sebagai wahana dimana seorang individu mengalami proses sosialisasi yang pertama kali, sangat penting artinya dalam mengarahkan terbentuknya individu menjadi seorang yang berpribadi. Sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan masyarakat, keluarga mempunyai korelasi fungsional dengan masyarakat tertentu, oleh karena itu dalam proses pengembangan individu menjadi seorang yang pribadi hendaknya diarahkan dengan struktur masyarakat yang ada, sehingga seorang individu menjadi seorang yang dewasa dalam arti mampu mengendalikan diri dan melakukan hubungan-hubungan sosial di dalam masyarakat yang cukup majemuk Masyarakat adalah sekelompok manusia yang saling berinteraksi yang memiliki prasarana untuk kegiatan tersebut dan adanya saling keterkaitan untuk mencapai tujuan bersama. Masyarakat adalah tempat dimana kita bisa melihat proyeksi individu sebagai bagian keluarga, keluarga sebagi tempat prosesnya, dan masyarakat adalah tempat kita melihat hasil dari proyeksi tersebut. Sebagai Anggota Keluarga Sebagai Anggota Masyarakat NEXT BACK Home
8. Tanggung Jawab Manusia Sebagai Individu pada Dirinya, Masyarakat dan Pada Tuhannya If it is to be, it is up to me” maksud dari pepatah lama tersebut adalah hanya diri kita yang sepenuhnya bertanggungjawab terhadap kehidupan atau nasib diri kita sendiri. Ada beberapa ketentuan untuk dapat melaksanakan tanggungjwab kehidupan ini dengan baik. Ketentuan pertama adalah mengenali dan mengembangkan potensi yang ada dalam diri sendiri. Selain itu, memahami tujuan hidup supaya langkah untuk dikerjakan lebih terfokus. Yang terpenting dari semua itu adalah berpikir dan bersikap positif walau apapun yang terjadi. Kesuksesan dimasa depan tidak terkait erat dengan latar belakang maupun latar depan. Pada Dirinya
9. Keadaan dalam merespon keadaan menentukan tingkat keberhasilan. Suatu keadaan yang sama, tetapi bila direspon secara berbeda maka akan memberikan hasil yang berbeda pula. Sebagai contoh adalah kehidupan mengenai sepasang saudara kembar di Amerika Serikat. Kejadian ini berlangsung sekitar tahun 1950-an. Keluarga pasangan saudara kembar ini berantakan. Sang kakak merespon keadaan itu secara positif, dan bertekad untuk sukses dalam kehidupan. Berkat usaha keras dalam belajar dan tekadnya yang besar, maka ia berhasil menjadi senator ternama di Amerika Serikat. Sedangkan saudara kembarnya sendiri melihat kekacauan dalam keluarganya itu secara negatif. Sehingga ia kehilangan kendali dan selalu berusaha menghancurkan dirinya sendiri. Akibatnya, ia harus mendekam di penjara seumur hidup karena melakukan tindakan kejahatan yang sangat fatal. Tidak ada orang lain yang harus dipersalahkan. Kesalahannya sendiri merupkan penyebab dari nasib buruknya itu. Dalam kisah tersebut terdapat perbedaan rasa tanggungjawab hidup yang besar.
10. Faktor pembeda yang pertama adalah kepahaman terhadap potensi dalam diri masing-masing individu. Sang kakak merasa memiliki potensi yang cukup untuk ia kembangkan lebih lanjut. Oleh sebab itu, ia merasa bertanggung jawab untuk dapat meraih kehidupannya yang lebih baik. Sedangkan sang adik sama sekali tidak melihat potensi yang ada di dalam dirinya. Sehingga sang adik tidak merasa mampu mengemban tanggungjawab kehidupam ini dengan baik. Selain itu, sang kakak sudah menetapkan tujuan yang pasti, sehingga setiap langkahnya terarah. Sedangkan sang adik tidak memiliki tujuan hidup yang pasti. Sehingga, ia merasa tidak perlu bertanggungjawab terhadap kehidupan ini. Sementara sang kakak selalu menyikapi keadaan secara positif. Dilain pihak, sang adik tidak melihat sisi positif dari bencana yang menimpa keluarga mereka. Perbedaan tingkat rasa tanggungjawab hidup diantara mereka berdua telah menyebabkan perbedaan nasib yang sangat besar pula.
11. dapat kita ambil kesimpulan bahwa hanya diri kita sendirilah yang menentukan kehidupan seperti apa yang kita harapkan. Sedangkan orang lain tidak bertanggungjawab terhadap nasib ataupun kesuksesan kita. Peran dari orang lain hanya bersifat sebagai instrumen yang melengkapai usaha diri kita sendiri.
12. Manusia bertanggungjawab terhadap tindakan mereka. Manusia menanggung akibat dari perbuatannya dan mengukurnya pada berbagai norma. Ini merupakan bentuk dari tanggungjawab terhadap masayarakat, dimana di dalam masyarakat telah ada aturan-aturan. Kehidupan bersama antar manusia membentuk norma yang kemudian berkembang menjadi aturan-aturan, hukum-hukum yang dibutuhkan suatu masyarakat tertentu. Dalam negara-negara modern aturan-aturan atau hukum-hukum tersebut termaktub dalam sebuah sistem hukum dan sama bagi semua warga. Apabila aturan-aturan ini dilanggar yang bersangkutan harus memperoleh hukuman atau sanksi. Jika ia misalnya merugikan hak milik orang lain maka Pengadilan dapat menghukum sikap yang bersalah (pelanggaran) berdasarkan KUHP. Penciptaan manusia dilandasi oleh sebuah tujuan luhur. Maka, tentu saja keberadaannya disertai dengan berbagai tanggungjawab. Konsekuensi kepasrahan manusia kepada Allah Swt, dibuktikan dengan menerima seluruh tanggungjawab (akuntabilitas) yang datang dari-Nya serta melangkah sesuai dengan aturan-Nya. Berbagai tanggungjawab ini, membentuk suatu relasi tanggungjawab yang terjadi antara Tuhan, manusia dan alam. Hal tersebut meliputi antara lain: tanggungjawab manusia terhadap Tuhan, tanggungjawab manusia terhadap sesama, tanggungjawab manusia terhadap alam semesta serta tanggungjawab manusia tehadap dirinya sendiri. Tanggungjawab manusia terhadap Tuhan meliputi dua aspek pokok. Pertama, mengenal Tuhan. Kedua, menyembah dan beribadah kepada-Nya. Pada TuhanyaPadaMasyarakat
13. Hakikat Manusia sebagai Mahluk Sosial Socienty & Sosialisasi Penyebab Hidup Bermasyarakat Penghambat Hidup Bermasyarakat Makna Manusia sebagai Mahluk Sosial
14. Society dan Sosialisasi Masyarakat merupakan salah satu satuan sosial sistem sosial, atau kesatuan hidup manusia. Istilah inggrisnya adalah society , sedangkan masyarakat itu sendiri berasal dari bahasa Arab Syakara yang berarti ikut serta atau partisipasi, kata Arab masyarakat berarti saling bergaul yang istilah ilmiahnya berinteraksi. Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma- norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya. Sosialisasi diartikan sebagai sebuah proses seumur hidup bagaimana seorang individu mempelajari kebiasaan-kebiasaan yang meliputi cara-cara hidup, nilai- nilai, dan norma-norma social yang terdapat dalam masyarakat agar dapat diterima oleh masyarakatnya.
15. Faktor-faktor Penyebab Hidup Bermasyarakat A. Adanya dorongan-dorongan atau hasrat-hasrat yang merupakan unsur-unsur kejiwaan. B. Faktor-faktor psikis yang mempengaruhi manusia dalam bergaul dengan manusia lainnya didalam hidup bermasyarakat. C. Faktor hasrat harga diri dengan hasrat hidup dengan manusia lain. D. Hasrat ingin berkuasa. E. Adanya kenyataan manusia itu adalah serba tidak bisa atau sebagai makhluk lemah. F. Karena terjadinya ‘Habit’ pada tiap-tiap diri manusia. G. Adanya dorongan manusia untuk mengembangkan keturunan. H. Adanya kesamaan keturunan, kesamaan teritorial, kesamaan cita-cita, kesamaan nasib, kesamaan kebudayaan.
16. Faktor-faktor Penghambat Hidup Bermasyarakat I. Perbedaan individu, meliputi perbedaan pendirian dan perasaan. II. Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda. III. Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok. IV. Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.
17. Makna Manusia sebagai Mahluk Sosial Manusia adalah makhluk social yang hidup bermasyarakat (zoon politicon). Keutuhan manusia akan tercapai apabila manusia sanggup menyelaraskan perannya sebagai makhluk ekonomi dan social. Sebagai makhluk sisoal (homo socialis), manusia tidak hanya mengandalkan kekuatannya sendiri, tetapi membutuhkan manusia lain dalam beberapa hal tertentu. Misalnya, dalam lingkungan manusia terkecil yaitu keluarga. Dalam keluarga, seorang bayi membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya agae dapat tumbuh dan berkembang secara baik dan sehat.
18. Fungsi Manusia dalam Kemasyarakatan • Sebagai mahluk hidup yang berada di muka bumi ini keberadaan manusia adalah sebagai mahluk individu dan mahluk sosial, dalam asrti manusia senantiasa tergantung dan atau berinteraksi dengan sesamanya. Dengan demikian, maka dalam kehidupan lingkungan sosial manusia senantiasa terkait dengan interaksi antara individu manusia, interaksi antar kelompok, kehidupan sosial manusia dengan lingkungan hidup dan alam sekitarnya, berbagai proses sosial dan interaksi sosial, dan berbagai hal yang timbul akibat aktivitas manusia seperti perubahan sosial. • Secara sosial sebenarnya manusia merupakan mahluk individu dan sosial yang mempunyai kesempatan yang sama dalam berbagai hidup dan kehidupan dalam masyarakat. Artinya setiap individu manusia memiliki hak, kewajiban dan kesempatan yang sama dalam menguasai sesuatu, misalnya bersekolah, melakukan pekerjaan, bertanggung jawab dalam keluarga serta berbagai aktivitas ekonomi, politik dan bahkan beragama.
19. Tugas Manusia dalam Kemasyarakatan Setiap individu memiliki potensi dasar mental berkembang dan dapat dikembangkan. Potensi ini meliputi (1) minat (sense of interest), (2) dorongan ingin tahu (sense of coriousity), (3) dorongan ingin membuktikan kenyataan (sense of reality), (4) dorongan ingin menyelidiki (sense of inquiry) dan dorongan ingin menemukan sendiri (sense of discovery). Suatu potensi yang akan berkembang, jika ada rangsangan, ada wadah dan suasana kondusif untuk itu. Masyarakat dengan interaksi soial dan rangsangan sosial menjadi suasana berkembangnya individu, khususnya potensi mental dalam individu bersangkutan. Proses sosialisasi berlanjut yang dialami oleh individu akan makin berlanjut yang akan menempa individu bersangkutan menjadi sesuai dengan potensi bawaan dan „pengayaan‟ perolehannya. Keluarga, teman sepermainan, sekolah, organisasi social, masyarakat ,lingkungan tempat tinggal dan masyarakat luas umumnya menjadi wadah serta penggerak individu menjadi pribadi yang diharapkan.
20. Tugas Keluarga Membina Individu Sebagai Mahluk Sosial Keluarga adalah unit satuan masyarakat kecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat dalam perkembangan dengan individu. Kelompok inilah yang melahirkan individu dengan berbagai macam bentuk kepribadiannya. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebenarnya keluarga mempunyai fungsi yang tidak hanya terbatas selaku penerus keturunan saja. Tugas keluarga dalam membina individu dapat dibagi menjadi beberapa fungsi k, yaitu: 1. fungsi biologis 2. fungsi fungsi pemeliharaan 3. fungsi ekonomi 4. fungsi keagamaan 5. fungsi sosial
21. Fungsi Biologis Fungsi biologis merupakan fungsi dimana keluarga dalam kehidupan sosial berusaha untuk menjadikan anak anak mereka memiliki pertumbuhan yang baik dan mempersiapkan kedewasaan dan kematangan mereka hingga menikah nanti. Selain itu , seorang individu yang menerima asuhan dari keluarga yang dapat menjalankan peranan sosial mereka dengan baik,secara otomatis seorang anak dapat mengikuti apa yang dilakukan oleh kedua orang tuanya dalam masyarakat.
22. Fungsi Pemeliharaan Fungsi pemeliharaan keluarga terhadap individu sangat berhubungan erat dengan kehidupan sosial individu tersebut. Seorang individu dalam pertumbuhannya akan mudah berinteraksi dengan keluarga yang kemudian dapat menjurus ke kehidupan sosial masyarakat tempat keluarga dan individu tersebut tinggal. Di dalam kehidupan suatu keluarga, tidak lepas dari segi ekonomi dan material. Melakukan pendidikan ekonomi yang sederhana terhadap individu dapat membuat pengertian kepada individu tersebut agar sejak dini dapat mengerti bahwa ekonomi sangat berpengaruh terhadap kehidupan sosial masyarakat saat ini. Selain itu, dapat membuat individu paham sejak dini bagaimana cara melakukan pengelolaan keuangan yang kelak dapat menjadikan mereka makhluk sosial yang bijak dalam kehidupan sosial.
23. Fungsi Keagamaan Fungsi keagamaan merupakan aspek yang sangat penting dalam membentuk karakter individu dalam kehidupan sosial masyarakat. Pendidikan agama yang diberikan keluarga terhadap individu dapat mempengaruhi sikap, tingkah laku, pola berfikir dan pengetahuan akan kehidupan sosial yang berkaitan dengan anugrah Tuhan Yang Maha Esa. Individu akan memahami bahwa manusia diciptakan sebagai makhluk sosial supaya dapat saling menyayangi dan menghargai, supaya tugas manusia sebagai khalifah di bumi dapat berjalan dengan baik.
24. Fungsi Sosial Ketika semua fungsi telah dijalankan dengan baik, individu juga diajarkan bagaimana peranan sosial manusia sebagai makhluk sosial. Dengan demikian, keluaraga memiliki peran yang sangat penting dalam menjadikan seorang individu menyadari akan peran mereka senagai makhluk sosial.
25. Kesimpulan Manusia merupakan mahluk ciptaan Tuhan yang diciptakan secara sempurna dengan akal pikiran yang disertai dengan hati nurani. Dalam menjalankan kahidupannya dengan semua kemampuan dan keterbatasannya, manusia di bagi menjadi dua peran atau fungsi yaitu hakikat manusia sebagai mahluk individu dan hakikat manusia sebagai mahluk sosial. Manusia sebagai mahluk individu merupakan anggota dalam sebuah keluarga yang mempunyai karakter atau pribadi yang berbeda-beda, selain keluarga manusia juga merupaka anggota dari suatu masyarakat yang terdiri dari beberapa kelompok keluarga. Manusia sebagai mahluk individu mempunyai tugas ataupun tanggung jawab, baik itu bagi dirinya sendiri, bagi masyarakat, maupun bagi Tuhannya selaku penciptanya.

26. Manusia sebagai mahluk sosial tidak dapat terlepas dari yang namanya masyarakat, karena masyarakat merupakan kumpulan dari individu-individu yang saling berinteraksi dan saling bersosialisasi satu sama lain. Dalam menjalankan kehidupan sebagai mahluk sosial, ada beberapa faktor yang menyebabkan manusia sebagai mahluk sosial, diantara karena adanya faktorr-faktor psikis yang mendorong agar individu dapat bergaul dan berinteraksi dengan yang lainnya. Selain faktor pendorong dalam kehidupan bersosial, ada juga hal yang menghambat kehidupan bersosial atau bermasyarakat itu terjadi yaitu salah satu nya karena perbedaan kepentingan antara individu dengan kelompok. Apapun yang menjadi kendala dalam kehidupan bersosial, manusia sebagai mahluk sosial harus selalu menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam berkehidupan bermasyarakat.

MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN





KATA PENGANTAR
Puji syukur Tim Penulis panjatkan kepada Allah yang maha kuasa yang telah melimpahkan segala Rahmat dan Karunia-Nya. Berkat Rahmat dan Karunia-Nya lah kami dapat menyelesaikan penulisan makalahAntropologi  yang berjudul “Masyarakat dan Budaya” ini tepat pada waktunya.   
Penulisan makalah ini untuk menganalisa secara ilmiah tentang gejala-gejala dan kejadian sosial budaya di masyarakat sebagai proses-proses yang sedang berjalan atau bergeser memerlukan konsep-konsep dalam menganalisa proses pergeseran masyarakat dan kebudayaan dalam sebuah penelitian Antropologi dan Sosiologi yang disebut Dinamika Sosial (Social Dinamic).
Ucapan terima kasih tak lupa kami haturkan kepada kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini.
Penulis sadar bahwa makalah ini masih jauh dari titik kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun dari Pembaca sangat Tim Penulis harapkan agar makalah ini mengalami perubahan ke arah yang lebih baik.
Akhirnya, Tim Penulis berharap semoga makalah ini dapat berguna bagi para Pembaca serta bagi Penulis sendiri.

Malang,27 Oktober 2014

                                                                                                                                  Tim Penulis







                                                                                                                            
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................................................................i

DAFTAR ISI..........................................................................................................................................................ii

BAB I      PENDAHULUAN
1.1         Latar Belakang Masalah..........................................................................................................1  
1.2        BatasanMasalah.......................................................................................................................2    

BAB II    PEMBAHASAN
  2.1 Manusia sebagai pencita budaya……………………………………………..............................................................................3
2.2  Perkembanagan dan perubahan budaya…………………………………….........................................................................................4
2.4 Fungsi budaya bagi masyarakat……………………………………………......................................................................5
2.5 Teoti-teori kebudayaan :
2.5.1 Teori Heliolitik (Elliot smith dan W,j. perry)…………………………….....................................................................................................6
2.5.2 Teori Dualisme Difusional (emile Durkheim)………………………….................................................................................................7
2.5.3 Teori Uneven development (karl marx)…………………………………….........................................................................................8
2.5.4 Teori Difusi Kultural (Max weber)………………………………………...............................................................................9


BAB III   PENUTUP
1.1         Kesimpulan.................................................................................................................. 10

DAFTAR PUSTA